Tuesday, July 19, 2011

EKSKLUSIF: AC Milan Berharap Datangkan Javier Pastore & Riccardo Montolivo

Khusus untuk Javier Pastore, AC Milan bisa terkendala banderol tinggi sang pemain dan tampaknya pihak Rossoneri menanti adanya korting dari Palermo.

 
    Jaiver Pastore - Palermo (Getty Images)AC Milan saat ini tengah bersiap diri untuk menjajaki kemungkinan memboyong dua pemain sekaligus untuk barisan tengah, playmaker Javier Pastore dari Palermo dan gelandang Fiorentina Riccardo Montolivo.

Seperti diungkapkan GOAL.com Italia, Milan terinspirasi dari operasi transfer pemain musim kemarin, di mana mereka berhasil memborong dua striker sekaligus saat membawa Zlatan Ibrahimovic dari Barcelona dan Robinho dari Manchester City.

Dua penyerang itu pun mampu membuktikan kualitasnya dengan skuad Max Allegri merajai Serie A Italia. Dan kini, demi menguatkan komposisi skuad guna mengarungi Liga Champions musim depan, Adriano Galliani, CEO Milan, percaya dengan menambahkan dua gelandang di skuad sudah cukup bagi Rossoneri menatap musim depan.

Montolivo dekat dengan pintu keluar La Viola menyusul dirinya menolak kans untuk memperbarui kontraknya yang masih berjalan sampai 2012. Pekan kemarin Allegri sempat melontarkan, pemain internasional Italia ini kemungkinan besar bakal menjadi anak buahnya.

Sementara itu Milan juga menunjukkan gelagat minat besar pada Pastore. Tetapi mereka tidak mau tergesa-gesa dan berupaya untuk menanti adanya kortingan dari pihak Palermo yang membanderol sang pemain di nominal €50 juta.

Agen Pastore, Marcelo Dimonian sendiri saat ini sedang dalam pembicaraan dengan kubu VIa Turati melalui karib dekatnya, direktur Ariedo Braida, untuk membahas transfer pemain Argentina itu. Kedekatan Dimonian dan Braida diyakini bisa menjadi kunci keberhasilan akuisisi Pastore.

Selain dua nama pemain tengah di atas, Milan juga masih giat dihubungkan denagn bintang Santos dan Brasil, Ganso. Dan tak luput pula nama Marek Hamsik yang sejauh ini kerap disebut menjadi buruan top Milan.
 
 
Sumber: Goal.com

Buruan 'Mr X' AC Milan Terungkap?

Bastian Schweinsteiger (Getty Images)Salah satu Gelandang internasional Jerman disebut sebagai 'Mr X' yang selama ini AC Milan incar.


Seperti diketahui sebelumnya, teka teki 'Mr X' yang secara terbuka sempat diisyaratkan wakil presiden AC Milan Adriano Galliani, menurut Corriere dello Sport, itu adalah Bastian Schweinsteiger, gelandang andalan Bayern Munich.

Bahkan kabarnya, AC Milan baru saja melayangkan tawaran awal kepada Bayern dalam upaya mereka mendapatkan jasa pemain tengah internasional Jerman tersebut.

Saat ini pihak Rossoneri sedang menyiasatkan perekrutan tersebut, dan dilaporkan kalau klub besutan Max Allegri ini telah diberitahu oleh seorang perantara di Munich kalau cuma tawaran sebesar €35 juta yang bisa membuat Schweinsteiger keluar dari Allianz Arena.

Kabar lain menyatakan, Galliani cukup serius memboyong Schweinsteiger. Wujud keseriusan itupun tampak jelas dengan Milan yang siap menyertakan nama Mathieu Flamini ke dalam paket transfer.
 
 
 
Sumber: Goal.com

Mark Van Bommel Yakin AC Milan Sukses Di Eropa

    Mark Van Bommel - Milan (Getty Images)

Pemain asal Belanda ini mengungkapkan Milan jadi bahan pembicaraan banyak orang.

Gelandang AC Milan Mark van Bommel yakin Rossoneri akan mendapatkan hasil bagus di kompetisi Eropa musim mendatang. Van Bommel juga menyatakan tim yang diincar klub lain untuk dikalahkan adalah Milan.

Kehadiran Van Bommel di San Siro pada Januari lalu sempat diragukan bakal bisa membantu Milan meraih hasil bagus. Namun, keraguan itu dapat ditepis dengan sukses Milan merebut Scudetto.

“Kami. Saya tidak meragukan itu,” ujar Van Bommel kepada il Corriere dello Sport ketika ditanya mengenai tim yang pantas untuk dikalahkan.

“Kami adalah juara Italia. Kami merupakan tim bagus, yang pada musim lalu bermain bagi mengalahkan tim hebat di Italia seperti Napoli dan Inter. Jika kami bermain bagus seperti yang kami lakukan di liga, kami juga akan bermain baik di Eropa.”

Van Bommel menjadi salah satu pemain yang direkrut Milan pada Januari lalu. Pemain lainnya yang diboyong adalah Antonio Cassano, Urby Emanuelson dan Didac Vila. Menurut Van Bommel, banyak pemain yang membicarakan Milan.

“Banyak pemain yang akan senang jika pindah ke Milan. Saya dengar dari Bastian [Schweinsteiger] dan Arjen [Robben]. Setiap orang selalu bertanya kepada saya tentang Milan, dan saya yakin akan ada pemain yang datang ke sini tanpa masalah,” imbuh Van Bommel.
 
 
Sumber: Goal.com

Friday, July 15, 2011

AC Milan, Pilihan Javier Pastore


Javier Pastore lebih berharap bergabung dengan AC Milan bila meninggalkan Palermo.


Javier Pastore - Palermo (Getty Images)
Gelandang Javier Pastore memastikan tidak lagi memperkuat Palermo musim depan. Dirinya juga mengungkapkan keinginannya bergabung dengan AC Milan ketimbang AS Roma.

"Manajer saya sedang menyelesaikan semuanya. Tampaknya saya tidak akan bermain di Palermo musim depan," kata Pastore.

Ditambahkan oleh playmaker asal Argentina ini, "Saya lebih suka pada AC Milan. Mereka juara liga dan memiliki ambisi besar. Roma? Saya sudah berbicara dengan teman saya Nicolas Burdisso. Saya merasa Roma bukan pilihan saya untuk saat ini."

Meski ingin pergi, namun Pastore mengakui tak muda meninggalkan Palermo. Apalagi, ia memiliki hubungan dekat dengan presiden klub Maurizio Zamparini.

"Tak mudah untuk memutus ikatan itu. Bagi saya, presiden Zamparini juga seorang ayah. Palermo telah mengubah hidup saya," ujar Pastore yang saat ini memperkuat Argentina di Copa America. 

Sumber: Goal.com

Tuesday, July 12, 2011

Piala Dunia U-17: Bekuk Uruguay, Meksiko Sabet Titel Kedua

El Tricolor merengkuh status raja dunia level U-17 di hadapan publik Estadio Azteca.

Mundial Sub 17: Festejan los jugadores 
mexicanos
Gemuruh kegembiraan sekitar 99 ribu penonton membahana di Estadio Azteca pada Senin (11/7) pagi WIB menyusul keberhasilan tuan rumah Meksiko merengkuh titel Piala Dunia U-17 setelah membekuk Uruguay 2-0.

Status raja dunia di level U-17 ini merupakan yang kedua buat El Tricolor, yang sebelumnya meraih sukses pada pergelaran 2005 di Peru.

Kedua tim memilih pendekatan waspada ketika wasit Svein Oddvar Moen asal Norwegia membuka pertandingan yang berlangsung dua jam pasca kick-off perebutan peringkat ketiga antara Jerman dan Brasil (4-3) itu.

20 menit awal berlangsung tanpa ancaman berarti dari kedua kubu. Walau begitu, yel-yel dukungan untuk Meksiko tak pernah berhenti terdengar.

Dukungan publik pun membantu anak-anak Raul Gutierrez untuk memecahkan kebuntuan. Di menit ke-31, sebuah crossing dari sisi kanan diteruskan oleh Carlos Fierro ke arah kapten Antonio Briseno yang sama sekali tak menyia-nyiakan peluang tersebut.

Ia menghunjamkan  si kulit bundar lewat tendangan voli kencang tanpa terhadang kiper Uruguay, Jonathan Cubero.

La Celeste nyaris menyamakan kedudukan dengan instan, tapi sepakan jarak jauh Elbio Alvarez memanfaatkan kegagalan barisan defensif Meksiko menyapu bola hanya membentur tiang.

Beberapa menit sebelum istirahat, Fierro mendapat peluang untuk menggandakan skor bagi Meksiko. Sayang, tembakannya mengakhiri dribel menusuk kotak penalti masih gagal menemui sasaran.

Di interval kedua, El Tri kian merajalela. Namun, serangkaian tendangan yang dilancarkan Fierro dan tandemnya, Marco Bueno, bisa digagalkan oleh kecemerlangan Cubero di bawah mistar.

Uruguay sendiri bukannya tanpa peluang. Di menit ke-61, hanya nasib buruk yang mementahkan kans tim Amerika Selatan itu. Kiper Meksiko, Richard Sanchez, sudah terperdaya sepakan Juan San Martin, tapi si kulit bundar kembali mengenai tiang.

Meksiko melanjutkan bombardir serangan ke wilayah Uruguay di sepuluh menit akhir. Kemelut di mulut gawang Cubero pada menit ke-83 gagal dituntaskan oleh Fierro maupun Bueno. Pun dengan upaya Arturo Gonzalez yang melayang di atas mistar.

Namun demikian, Meksiko akhirnya sukses mencetak gol kedua di menit kedua injury time lewat sontekan Giovani Casillas sekaligus menghabisi Uruguay. Negeri Sombrero pun berpesta.







Sumber: Goal.com

Silvio Berlusconi Didenda, AC Milan Khawatir

Perusahaan yang dipegang Silvio Berlusconi dijatuhi sanksi denda sebesar 560 juta euro dan hal itu mencemaskan AC Milan.

Silvio Berlusconi - Milan (Getty Images)Wakil presiden AC Milan Adriano Galliani mengakui denda sebesar 560 juta euro yang dijatuhkan pada Silvio Berlusconi dan perusahaan sedikit banyak membuat pihak klub khawatir.

Hal itu tak lepas dari kemungkinan untuk ditariknya alokasi dana transfer AC Milan di bursa transfer musim ini dan berikutnya untuk menebus sanksi tersebut.

Ada pun sanksi tersebut dijatuhkan pada perusahaan yang menaungi AC Milan, Fininvest. Perusahaan itu diminta membayar ganti rugi sebesar 560 juta euro setelah hasil pengadilan menetapkan mereka bersalah pada kasus korupsi pada tahun 1991.

"Hal itu cukup memukul AC Milan dengan keras, karena klub ini dimiliki Fininvest," kata Galliani, Senin (11/7).

"Berlusconi akan berada di Milanello hari Selasa untuk bertemu dengan skuad. Saya rasa hal itu menjadi waktu yang tepat untuk berbicara."

"Sedangkan mengenai sebarapa besar masalah tersebut memengaruhi masa depan AC Milan, hal ini adalah sesuatu yang harus dipikirkan Berlusconi. Ia mencintai AC Milan, seperti bayinya, berhasil menyelamatkan klub dari kebangkrutan di tahun 1986 dan membawanya dengan sangat sukses."

"Tapi AC Milan sudah memiliki skuad yang komplet dan sangat kompetitif. Kita lihat saja bagaimana nanti, tapi klub ini masih dalam kondisi baik-baik saja," tandas Galliani.





Sumber: Goal.com

Thursday, July 7, 2011

Djokovic: Semoga Milan Juara Liga Champions



detail berita
Foto: Novak Djokovic/Getty Images
WIMBLEDON – Saling lempar pujian terus dilakukan kubu AC Milan dan petenis Novak Djokovic. Setelah menerima ucapan selamat, Djokovic memiliki harapan besar untuk Rossoneri.

Seperti diketahui sebelumnya, Nole –sapaan Djokovic- merupakan penggemalr Milan sejak kecil. Nole bahkan menyempatkan diri menemui Zlatan Ibrahimovic dkk saat menjalani latihan di Dubai beberapa waktu lalu.

Nole secara terbuka sering menyatakan dukungannya kepada Milan, begitupun sebaliknya. Terakhir, Rossoneri memberikan ucapan selamat kepada petenis asal Serbia yang baru saja membekuk Rafael Nadal di final Wimbledon, Senin (4/7/2011) dini hari WIB.

Setelah menerima ucapan selamat dari tim favoritnya, Nole tak lupa mengungkapkan harapan untuk Milan. Petenis yang kini menduduki peringkat satu dunia berharap Rossoneri bisa menyabet trofi Liga Champions musim depan.

“Kami harus mengulang pertemuan dengan Zlatan Ibrahimovic dan Mjilan karena saya ingin mengulang sukses dan Milan harus menang Liga Champions. Ini harapan saya!” seru Nole, seperti dikutipRossoneriblog, Selasa (5/7/2011)
.

Wednesday, July 6, 2011

FROM URUGUAY WITH LOVE - Catatan Syamsir Alam: Doa Khusus Di Hari Ulang Tahun


Syamsir Alam menjawab tentang langkah tiga rekannya bergabung dengan CS Vise, perkembangan SAD Indonesia, serta doa khusus di hari ulang tahunnya yang ke-19.


Syamsir Alam - Syamsir Alam - Club Atlético Peñarol (GOAL.com/Ist)

    Rabu (6/7) ini, Syamsir Alam genap merayakan hari ulang tahun ke-19. Kepada GOAL.com Indonesia, Alam menceritakan perkembangan terakhirnya berkiprah di kompetisi usia dini Uruguay.

    Seiring pertambahan usia, Alam mulai dipercaya menjadi pemain inti Penarol U-19. Meski sempat terkendala cedera, kehadiran Alam mulai memberikan dampak positif bagi tim. Buktinya, beberapa kali Alam menyumbangkan sejumlah gol penting. Kalaupun tidak mencetak gol, Alam menjadi pemberi assist ulung bagi rekan-rekan setimnya.

    "Alhamdulillah, perkembangan di sini membaik dan saya mulai beradaptasi di Penarol," ujarnya.

    "Sekarang sudah sering dipercaya bermain di tim inti. Terakhir, saya mencetak masing-masing satu gol ke gawang Wanderers dan satu lagi saat melawan Liverpool. Sekarang Penarol berada di peringkat tiga liga Cuarta dan berjarak empat poin dari puncak klasemen."

    Berbeda tim tidak berarti membuat Alam kehilangan informasi terkini dengan skuad SAD Indonesia. Lagipula, mereka masih menghuni asrama yang sama meski sudah berbeda lapangan latihan.

    "Saya baru saja menyaksikan pertandingan tim SAD melawan Villa Teresa. Saya sangat percaya tim ini akan menjadi aset bangsa. Bukan karena saya bagian dari tim ini, tetapi karena berdasarkan kenyataan," sambungnya.

    "Untuk tim SAD U-17, di tahun pertama mereka di sini mereka sangat menonjol dan kemampuan mereka meningkat. Saya tidak bisa menilai siapa yang paling menonjol. Menurut saya semua pemain menunjukkan grafik yang sangat baik."

    "Jujur, saya tidak terlalu mengikuti persiapan SAD [mengikuti kualifikasi Piala Asia U-19] karena saya juga harus berlatih di Penarol, tetapi saya yakin pelatih Cesar Payovich Perez pasti memberikan porsi latihan keras untuk tim yang akan diberangkatkan nanti."

    "Mudah-mudahan mereka bisa membalas kekecewaan kami dulu dengan lolos dari penyisihan grup."

    Pemain yang dulu menimba ilmu di SSB AS-IOP ini juga menyambut baik keberangkatan tiga rekannya di SAD, Alfin Tuasalamony, Yericho Christiantoko, dan Yandi Sofyan Munawar, menuju klub Belgia, CS Vise.

    "Saya sangat senang mendengar kabar itu dan saya juga senang karena proyek Uruguay ini lagi-lagi melahirkan pemain yang diminati tim mancanegara," tukasnya.

    "Tentu saya berharap teman-teman saya sukses di sana, tetapi semua kembali lagi kepada diri masing-masing. Mudah-mudahan mereka bisa memanfaatkan kesempatan emas ini dan saya sangat berharap mereka sukses."

    Tentang peluang dipertahankan Penarol setelah kontrak peminjaman selesai November nanti, Alam menjawab pendek, "Saya kurang tahu tentang itu. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik kepada saya dan Zainal Haq."

    Perkembangan sepakbola di dalam negeri juga ikut menjadi perhatian Alam. Setelah menuangkan isi pikirannya tentang kisruh kepemimpinan PSSI akhir Mei lalu, kini Alam juga menitipkan pesan seiring dengan kedatangan pemain-pemain bereputasi internasional macam Giovanni van Bronckhorst, Cesc Fabregas, dan Rio Ferdinand.

    "Menurut saya bagus kita bisa mendengar saran langsung dari mereka," imbuhnya.

    "Tetapi akan sangat sia-sia kalau saran mereka hanya masuk ke telinga kanan dan keluar lagi di telinga kiri. Tidak terlalu penting siapa yang datang, lebih penting lagi semua menjalani sepakbola nasional dengan serius dan tidak mementingkan kepentingan pribadi."

    Terakhir, Alam juga menyampaikan doa untuk hari istimewanya -- termasuk kepada sang kekasih yang selama ini tidak pernah dibicarakannya di depan publik.

    "Tanggal 6 Juli ini saya berulang tahun ke-19. Semoga saya diberikan kesehatan, murah rezeki, dan kesuksesan. Saya sangat berterima kasih atas doa-doa yang diberikan untuk saya, terutama dari kedua orangtua saya, keluarga, dan pacar saya Alia Amanda, yang terus mendukung saya selama ini," pungkasnya.
         Sumber: Goal.com

    Luciano Moggi: Kita Lihat Saja Apa Inter Milan Masih Akan 'Bernyanyi'


    Moggi dan tim pengacaranya adalah pihak yang menyodorkan bukti-bukti baru di Pengadilan Napoli berupa penyadapan telepon Inter.


    Luciano Moggi

      Perkembangan kasus calciopoli yang mengindikasikan keterlibatan Inter Milan membuat Luciano Moggi pastinya gatal memberikan komentar.

      Eks direktur teknik Juventus ini, bersama Antonio Giraudo (mantan anggota direksi Juve) dan Innocenzo Mazzini (bekas ofisial FIGC), dihukum seumur hidup tak boleh terlibat dalam sepakbola karena didakwa sebagai aktor-aktor utama skandal yang terungkap pada 2006 itu.

      Namun, penyelidikan terbaru FIGC berujung pada dugaan kuat bahwa Inter, yang mengantungi scudetto 2006 karena gelar tersebut dilepas dari Juve, juga bersalah.

      “Kita lihat saja apa mereka masih bernyanyi tentang pencurian,” ujar Moggi di Tuttosport.
      “Jika saya berada di posisi [presiden Inter] Massimo Moratti, saya akan menghindari penegasan pada orang-orang selama ini bahwa saya bersih dan jujur.”
      “Sekarang frasa tersebut lebih mengejutkan lagi setelah perkembangan terbaru belakangan ini.”
      “Saya memikirkan kembali saat para pemain Inter bernyanyi, ‘Kami juara tanpa mencuri.’ Saya kira mereka harus mengeluarkan nyanyian baru sekarang,” imbuhnya.

      Moggi dan tim pengacaranya adalah pihak yang menyodorkan bukti-bukti baru di Pengadilan Napoli berupa penyadapan telepon Inter.

      “Mereka membuat kesalahan besar dengan menjatuhkan saya. Mereka kira saya akan tertidur setelah pengadilan pada 2006, tapi saya masih benar-benar terbangun.”
      “Mereka menginginkan calciopoli? Baiklah, sekarang mereka akan mendapatkan keseluruhannya. Beberapa orang akan menangis, beberapa harus memberikan penjelasan, tapi semua orang harus waspada,” tegasnya.

      Sumber: Goal.com

      Inter Milan Diduga Terlibat Penipuan Keolahragaan


      Il Biscione diklaim bertanggung jawab atas pengambilan keuntungan klasemen dengan mengondisikan fungsi reguler dari sektor wasit.


      Inter Scudetto (Getty Images)
        Hasil banding Juventus agar titel scudetto 2006 yang diserahkan kepada Inter Milan dikembalikan ke tangan mereka memang ditolak FIGC. Tapi, La Beneamata belum bisa tenang.

        Pasalnya, terdapat dugaan kuat bahwa Inter melakukan penipuan keolahragaan pada musim 2005/06 yang memantik skandal sepakbola di Italia.

        “Inter melanggar pasal yang berhubungan dengan penipuan keolahragaan terkait kemungkinan mengambil keuntungan di klasemen,” demikian ujar Stefano Palazzi, kepala penyelidik FIGC, kepada ANSA.

        Pernyataan Palazzi tersebut didasarkan pada bukti-bukti yang terungkap di Pengadilan Napoli, tempat digelarnya sidang calciopoli 2, yang menunjukkan bahwa jajaran direksi Nerazzurri menjalin kontak dengan wasit dan sejumlah petinggi sepakbola Negeri Spageti pada kurun 2004 hingga 2006.

        Transkrip penyadapan yang disodorkan di pengadilan mengungkapkan adanya kontak reguler antara Giacinto Facchetti, eks presiden Inter, dan mantan koordinator wasit seperti Paolo Bergamo dan Pier Luigi Pairetto.

        “Inter bertanggung jawab secara langsung atas pengambilan keuntungan di klasemen liga dengan mengondisikan fungsi reguler dari sektor wasit,” klaim Palazzi.
        Kasus banding untuk Juventus sendiri sudah ditutup, tapi pengadilan federal FIGC dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pada 5 dan 18 Juli untuk membahas perkembangan lanjutan.
        Sumber: Goal.com

        Monday, June 27, 2011

        River Plate Terdegradasi


        Untuk kali pertama sepanjang sejarah River Plate tidak berada di kasta tertinggi liga Argentina.


        Pereyra, Ferrero y Almeida - River Plate
          River Plate harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari divisi utama liga Argentina setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Belgrano pada laga play-off.

          River dituntut membalikkan kekalahan 2-0 yang diderita pada laga pertama. Mariano Pavone sempat menghidupkan harapan River bertahan di kasta tertinggi sepakbola Argentina setelah menciptakan gol pada menit kelima. Menerima umpan panjang dari lini tengah, Pavone melepaskan tembakan rendah yang menusuk pojok bawah gawang Belgrano.

          Stadion Monumental pun bersorak merayakan gol cepat tersebut. Sayangnya, selama 85 menit tersisa River gagal memanfaatkan peluang demi peluang untuk menambah gol. Malahan akibat kesalahan lini belakang, Belgrano sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-62 melalui Guillermo Farre.

          Peluang River kian redup setelah Pavone gagal memanfaatkan hadiah penalti semenit berselang. Padahal, River butuh dua gol untuk selamat. Tidak ada juru selamat yang ditunggu River dan hasil imbang 1-1 bertahan hingga usai pertandingan.

          River pun menjadi klub tersukses yang harus terdegradasi ke divisi bawah liga Argentina. Merasa kecewa, fans melampiaskannya dengan kisruh massal di dalam stadion Monumental.

          Belgrano sendiri untuk kali pertama tampil di divisi utama sejak lima tahun lalu.



          Sumber: Goal.com

          Stephan El Shaarawy: Saya Memang Setipe Kaka


          Remaja 19 tahun ini mengaku karakteristik teknis maupun perannya dalam tim serupa dengan eks andalan Rossoneri yang sekarang memperkuat Madrid itu.


          Stephan El Shaarawy - Padova (Getty Images)

            Pernyataan yang menyebut gaya mainnya mirip dengan Kaka diakui Stephan El Shaarawy acapkali diterimanya.
            Gelandang belia yang baru digaet AC Milan dari Genoa itu pun mengaku karakteristik teknis maupun perannya dalam tim serupa dengan eks andalan Rossoneri yang sekarang memperkuat Real Madrid itu.
            “Apa saya menyerupai Kaka? Banyak orang yang telah memberitahu saya hal itu. [Wapres Milan] Adriano Galliano juga mengungkapkan harapan bahwa saya akan menjadi sepertinya,” cetus El Shaawary di Corriere dello Sport.
            “Apa saya ingin bermain bersamanya? Mungkin lebih baik tidak, karena dia bisa mengambil tempat saya di tim.”
            “Saya pikir saya memang memiliki karakteristik teknis seperti Kaka, terutama dribel saya.”
            “Saya mungkin belum memiliki banyak pengalaman, tapi saya punya hasrat dan keberanian yang besar. Sedangkan untuk peran dalam tim, saya bisa bermain sebagaiplaymaker maupun second striker, persis seperti Kaka.”
            Di Rossoneri, El Shaarawy memilih mengenakan seragam bernomor punggung 92, sesuai dengan tahun kelahirannya



            Sumber: Goal.com

            Sunday, June 19, 2011

            Stephan El Shaarawy Gabung Milan Hari Ini

            Pemain timnas Italia U-21 itu akan bermain untuk Milan di musim ini.


            Stephan El Shaarawy - Padova 
(http://www.padovacalcio.it)
            Stephan El Shaarawy segera membela Milan musim depan setelah sempat bermain untuk Padova dari kesepakatan peminjaman dari Genoa.

            Kemungkinan itu diungkapkan agennya setelah menjalin pembicaraan dengan pihak Milan. Kesepakatan yang sudah tercapai adalah kepemilikan bersama dengan Genoa senilai 7,5 juta euro ditambah setengah kepemilikan Alexander Merkel.

            "Hatinya sudah di Milan dan mulai hari ini, dia akan mengenakan seragam mereka juga," ujar agennya, Roberto La Florio.

            "Adriano Galliani tak pernah melepaskan pemain berbakat seperti ini. Milan jauh menginginkannya dibanding klub lain dan saya bisa menjamin kesepakatan sudah tuntas meski jika Merkel tak menerima kesepakatan pindah ke Genoa."

            Ditambahkannya, Milan dan Genoa akan melakukan pertemuan hari ini dan akan segera menuntaskan kesepakatan transfer El Shaarawy. Jika benar terjadi, pemain berusia 18 tahun itu sudah bisa ikut dalam latihan pra-musim Milan.









            Sumber: Goal.com

            Saturday, June 18, 2011

            Alexis Sanchez Pemain Muda Terbaik FIFA

            Alexis Sanchez - Udinese (Getty Images)Alexis Sanchez mengungguli Gareth Bale dan Ganso sebagai terbaik di dunia.

            Bintang Udinese Alexis Sanchez kembali menunjukkan sebagai pemain paling diburu oleh klub-klub top. Sukses bersama Cili dan Udinese mengantarkan Sanchez terpilih sebagai pemain terbaik dunia. Dalam sebuah polling yang dilakukan FIFA, Sanchez menjadi yang terbaik dengan mengalahkan Gareth Bale, Javier Pastore dan Ganso.

            Dalam survei yang dirilis FIFA, Jumat (17/6), 35 persen responden memilih Sanchez saat diberi pertanyaan, 'Siapa pemain yang memiliki masa depan paling brilian dalam sepakbola'.

            Sementara, Bale yang menjadi pilar kekuatan Tottenham Hotspur meraih 18 persen suara. Disusul bintang anyar Real Madrid Nuri Sahin, Pastore, Ganso dan andalan masa depan Belgia Eden Hazard.

            Sanchez menjadi pemain yang diperebutkan Barcelona, Manchester United dan Manchester City. Saat ini, pemain berjuluk El Nino Maravilla ini menjalani pelatnas bersama Cili yang akan berlaga di Copa America.




            Sumber : Goal.com

            Alex McLeish Terima Ancaman Mati

            EPL ; Alex McLeish - Gerard Houllier, 
Birmingham City v Aston Villa(Getty Images)Gara-gara menyeberang ke klub rival, Alex McLeish kini menjadi musuh nomor satu publik Birmingham City.

            Sukses Alex McLeish membawa Birmingham City menjuarai Piala Liga Inggris seolah tertutup begitu saja. Pasalnya, McLeish menempuh langkah kontroversial dengan bergabung ke klub saingan sekota, Aston Villa. Langkah tersebut diimbuhi McLeish dengan menyatakan mundur dari Birmingham melalui pemberitahuan via e-mail.

            Menurut Daily Mirror, lebih dari 500 suporter menggelar protes di Villa Park terkait penunjukan McLeish. Tak kurang dari fasilitas latihan klub ikut menjadi sasaran amukan para pendukung. Beberapa pemegang tiket terusan Villa bahkan menuntut pengembalian uang yang telah mereka bayarkan.

            Reaksi atas penunjukan McLeish juga membuahkan sejumlah ancaman yang ditujukan kepada manajer asal Skotlandia itu. Seorang fans Birmingham berkata melalui akun Twitter miliknya, "Big Eck harus berhati-hati, kalau dia terlihat di kota ini dia bisa terbunuh".

            Manajemen Villa pun terpaksa menerapkan pengamanan ketat untuk manajer barunya tersebut.

            "Banyak sentimen negatif yang muncul di kota ini dari kedua kubu suporter. Apa yang dilakukan Alex tidak berniat memicu kekerasan dan beberapa kalangan yang marah mengancamnya," tukas sebuah sumber.

            Birmingham sendiri berupaya mengajukan McLeish ke meja hijau atas keputusannya mengundurkan diri.




            Sumber : Goal.com

            Thursday, June 16, 2011

            AC Milan Tak Menyerah Kejar Riccardo Montolivo

            Milan harus bersaing dengan Inter dan Juventus untuk mendapatkan Montolivo.

            Riccardo Montolivo, capitano della Fiorentina 
(Getty Images)AC Milan tidak mau menyerah dalam perburuan untuk mendapatkan tanda tangan Riccardo Montolivo. Pelatih Milan Massimiliano Allegri dikabarkan sudah melakukan pertemuan dengan gelandang Fiorentina tersebut.

            Diwartakan Il Corriere dello Sport, Milan ingin menambah kekuatan di barisan tengah menyusul hengkangnya Andrea Pirlo ke Juventus. Allegri menilai Montolivo merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Pirlo.

            Ikatan kontrak Montolivo bersama Fiorentina akan berakhir pada musim panas 2012 nanti. Montolivo pun telah menyatakan tidak akan memperpanjang kontraknya. Selain Milan, Montolivo juga diburu Inter dan Juventus.

            Manajemen Fiorentina pun sudah pasrah kehilangan Montolivo. Namun Fiorentina tidak akan melepas pemain berusia 26 tahun tersebut dengan harga murah.

            Kabarnya, Milan berharap Fiorentina menurunkan harga Montolivo dengan memberikan Antonio Cassano ke klub berbasis di Florence ini.

            Karir Ballack di Der Panzer Berakhir

            Michael Ballack © AFPBola.net - Berakhir sudah karir Michael Ballack di Der Panzer, DFB mengumumkan kalau gelandang Bayer Leverkuesen itu sudah tidak menjadi bagian dari tim nasional Jerman.

            Sejak menderita cedera engkel parah karena tekel dari Kevin-Prince Boateng saat membela Chelsea di melawan Portsmouth Final Piala FA 2009 lalu, Ballack tidak pernah lagi turun untuk tim nasional Jerman. Di Piala Dunia Afrika Selatan, ia hanya menyemangati teman-temannya dari pinggir lapangan saja.
            "Michael Ballack tidak lagi menjadi bagian dari skuad tim nasional Jerman," bunyi pernyataan dari federasi sepakbola Jerman, DFB, Kamis (16/6).

            Sementara pelatih Jerman, Joachim Loew, mengakui kalau ia sudah beberapa kali membicarakannya dengan Ballack mengenai hal ini. "Saya sudah mendiskusikannya secara terbuka dengan Michael Ballack, kami beberapa kali bertemu pada Maret 2011 dan juga beberapa kali pembicaraan telepon," katanya.
            "Michael Ballack selama satu dekade ini adalah pemain yang sangat penting bagi tim nasional dan berkontribusi besar untuk tim usai Piala Dunia 2002."

            Seperti sebelumnya, ban kapten Jerman yang biasa dikenakan Ballack akan diberikan kepada Philippe Lahm. Loew pun berpendapat mengenai kepemimpinan pemain yang kini berusia 34 tahun itu. "Dia sangat tajam di eranya, sebagai kapten Ballck selalu menempatkan dirinya sebagai pelayan di tim, seperti yang saya saksikan di Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2008," jelasnya.

            Sudah 98 caps dijalani Ballack bersama Jerman. Cukup bagus untuk ukuran gelandang karena ia mampu mencetak 42 gol dari penampilannya itu.

            Saturday, May 21, 2011

            SPESIAL: Sepuluh Momen Terbaik Andrea Pirlo Bersama AC Milan

            Setelah sepuluh tahun, musim depan penggemar AC Milan tidak lagi bisa menyaksikan Andrea Pirlo berseragam merah-hitam. Pirlo menyatakan akan meninggalkan Milan musim panas ini. Selama kiprahnya bersama Rossoneri, banyak hal yang dialami Pirlo, seperti merebut dua gelar scudetto, dua trofi Liga Champions, dua trofi Piala Super Eropa, dan sekali menjuarai Piala Dunia Antarklub.

            Banyak hal serta memori yang dialami Pirlo selama satu dasawarsa bersama Milan kami mengumpulkan sepuluh kejadian yang paling pantas dikenang.



            10. Bergabung dari Inter Milan

            Gagal bersinar di tengah tim dengan sekumpulan bintang seperti Inter, meski sukses di level U-21, Pirlo menyeberang dengan transfer senilai 18 juta pada 2001. Sepertinya Inter tidak melihat potensi Pirlo karena dia segera menjadi andalan Milan.

            9. Penampilan ke-400

            Sejak pertandingan pertama untuk Milan hingga yang terakhir. Sedikit pemain yang bertahan hanya dengan satu klub belakangan ini dan setelah satu dasawarsa Pirlo mencatat rekor penampilan ke-400 ketika Milan dikalahkan Palermo pada semi-final Coppa Italia. Ucapan selamat tinggal layak diucapkan kepadanya.

            8. Merebut Scudetto pertama

            Kembali ke 2004, saat keberhasilan Milan di Serie A sebelum musim ini, ketika mereka mengungguli AS Roma dengan 11 poin. Pirlo tampil 32 kali dari maksimak 34 penampilan serta mengemas enam gol, tiga di antaranya menjadi gol kemenangan. Dia menuntaskan mimpi semua pemain Italia, memenangi scudetto dan menulis namanya di dalam buku sejarah sepakbola Italia.

            7. Menjalani peran baru, gelandang modern

            Pirlo dikenal dengan perannya sebagai deep-lying playmaker, meski ini bukan posisi sejatinya. Carlo Ancelotti "memaksa" Pirlo di posisi tersebut dan malah berkembang menjadi salah satu yang terbaik di dunia untuk di posisi tersebut. Pirlo menjalani pemain penting dalam skuad Milan dan tampil rata-rata 42 kali setiap musim dalam rentang waktu 2002 hingga 2008.

            6. Kehandalan bola-bola mati
            Seperti Juninho Pernambucano, Pirlo dikenal dengan teknik dan efektivitasnya saat mengeksekusi tendangan bebas. Contoh paling nyata terjad pada penyisihan grup Liga Champions 2005-06 ketika tendangan deras Pirlo menembus gawang Schalke 04. Ditambah dua gol Kaka, Milan berhasil menang 3-2 pada laga penting sehingga lolos ke babak gugur.

            5. Sundulan yang menyingkirkan Bayern

            Pirlo tidak sering mencetak gol, tetapi sundulannya ke gawang Bayern Muenchen selalu dikenang. Menyambut umpan silang Massimo Oddo, Pirlo melepaskan sundulan yang melampaui jangkauan Michael Rensing sehingga pertandingan laga pertama perempat-final Liga Champions 2007 berakhir imbang 2-2. Milan akhirnya keluar sebagai juara.

            4. Gol di Bernabeu

            Pirlo tidak segan menguji tendangan jarak jauhnya meski menghadapi kiper kelas dunia. Salah satu tendangannya berbuah gol ke gawang Iker Casillas ketika Milan memetik kemenangan bersejarah 3-2 atas Real Madrid pada babak penyisihan grup Liga Champions 2009/10.
            Mengiris sayap kiri, dari luar kotak penalti Pirlo berhasil melepaskan tembakan ke tiang dekat.

            3. Tendangan jarak jauh yang membungkam Parma

            Meski cedera selama setengah musim, Pirlo tetap menjadi pemain penting bagi Milan. Tendangan jarak jauh ke gawang Parma mungkin bukan satu-satunya gol spektakuler dari kaki Pirlo, tapi berhasil memberikan Milan kemenangan tandag pertama di Serie A. Seisi stadion tercekat dan bahkan rekan-rekan setimnya memuji gol Pirlo.

            2. Nominator Pemain Terbaik FIFA

            Pada 2006 dan 2007, di tengah musim terbaik dalam kariernya, Pirlo menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Meski gagal bersaing dengan Kaka, tapi pengakuan dunia merupakan pujian obyektif atas kemampuannya di atas lapangan.

            1. Memicu gol pertama Inzaghi melawan Liverpool
            Mungkin agak heran kalau kontribusi terbaik Pirlo bersama Milan justru berujung gol dari pemain lain. Final Liga Champions 2007 melawan Liverpool ditandai dengan tendangan bebas Pirlo yang berbelok arah karena mengenai Filippo Inzaghi. Gol tersebut mengawali kemenangan Milan 2-1 atas Liverpool sekaligus membalas kekalahan dua tahun sebelumnya. Pertandingan ini menjadi buktik Pirlo memegang peran kunci bagi sukses Milan meski pemain lain yang menjadi pahlawan.





                         (From: Goal.com)

            Thursday, May 19, 2011

            Daripada Ibra, Pato Pilih Seperti Maldini

            Milan - Zlatan Ibrahimovic merupakan pemain haus gol dan selalu menghadirkan trofi liga bagi timnya. Sementara Paolo Maldini adalah sosok penuh loyalitas. Di antara keduanya, striker AC Milan Alexandre Pato lebih ingin seperti Maldini.
            Bagi sebuah klub, memiliki Ibrahimovic ibarat merupakan jaminan gelar liga di tangan. Ajax Amsterdam, Juventus (terlepas dari gelar mereka yang dicoret karena calciopoli), Inter Milan, Barcelona, dan yang terkini AC Milan telah merasakan tuah dari pemain asal Swedia itu.
            Namun bagi Alexandre Pato, dia tidak berencana untuk mengikuti jejak Ibrahimovic. Di mata "Si Bebek", rekannya di lini depan Diavolo Rosso itu kurang memiliki kesetiaan sehingga Pato tak tertarik untuk menjadi seperti Ibra.
            "Saya tak melihat keadaan seperti Zlatan Ibrahimovic," kata pemain asal Brasil itu seperti dilansir dari Football-Italia.
            Sejak memasuki karir profesional pada tahun 1999, Ibra telah memperkuat enam klub. Itu berarti setidaknya setiap dua tahun sekali berpindah tim.
            Pato lebih tertarik untuk mengikuti jejak Paolo Maldini, legenda Milan yang mengabdikan seluruh karirnya kepada I Rossoneri.
            "Saya ingin lama di sini dan menjadi 'pembawa bendera' di tim ini seperti Paolo Maldini. Namun untuk menjadi simbol dari tim, maka kita harus banyak mempersembahkan gelar juara," tandas pemain 21 tahun itu.
            Musim ini karir Pato terganggu akibat cedera. Alhasil dia menghabiskan banyak waktunya dengan menyaksikan rekan-rekannya bertanding.
            "Saya sedikit terganggu karena jarang bermain. Saya cedera di enam bulan pertama dan jumlah penampilan saya hanya separuh dari jumlah penampilan yang saya harapkan," lugasnya.
            Musim ini sudah berakhir dengan scudetto. Pato berharap untuk musim-musim selanjutnya akan lebih banyak gelar yang bisa dia persembahkan, baik itu bagi Milan mau pun bagi Brasil, negaranya.

            "Saya sudah memenangi scudetto, namun saya tak ingin berhenti di sini. Masih ada Copa America dan Piala Super Italia. Kemudian tahun depan saya ingin konsentrasi di Liga Champions. Dengan skuad yang ada, kami tidak boleh takut kepada siapa pun," pungkas dia.

            Kontrak Baru untuk Wujudkan Mimpi Pippo


            Milan - Filippo Inzaghi menyusul beberapa rekannya yang dapat kontrak baru dari AC Milan. Bertahan di San Siro menjadi pembuka jalan buat Super Pippo merealisasikan mimpi-mimpinya yang belum terwujud.
            Menyusul kontrak yang diberikan pada Alessandro Nesta beberapa jam lalu, Milan juga menyodorkan kesepakatan baru buat Inzaghi. Striker kurus yang sudah berusia 37 tahun itu diikat hingga satu tahun ke depan.
            "Negosiasi yang dilakukan tak pernah terkait masalah ekonomi, di antara kami punya rapor yang sangat baik dan kami berbagi kemenangan-kemenangan manis. Semua orang akan bersama-sama mewujudkan mimpi ini menjadi nyata untuk bisa bertahan satu tahun lagi," sahut Inzaghi seperti diberitakan Footbal Italia.
            Akibat usia yang sudah senja dan cedera parah yang menimpa, Inzaghi cuma bermain enam kali di Seri A musim ini. Meski kontribusinya sudah jauh berkurang, Milan pastinya punya alasan khusus untuk mempertahankan pemain yang dibeli dari Juventus pada tahun 2001 itu.
            "Saya gembira, karena ini adalah mimpi untuk mengakhiri karir di Milan. Saya tak berpikir ada alternatif lain, karena apa yang terjadi beberapa hari lalu di San Siro sangat berharga," lanjut Inzaghi terkait pesta Scudetto yan digelar Milan akhir pekan lalu.
            Satu mimpi Inzaghi lainnya adalah mengejar rekor Raul Gonzales sebagai top skorer di kompetisi Eropa. Sesuatu yang diharap Pippo bisa diwujudkan musim depan.

            "Saya punya dua bulan untuk mengembangkan (kondisi) sepanjang musim panas, jadi saya harap saya sudah siap untuk latihan pra musim dan mengejar rekor Raul," tuntas pemain yang sudah mencetak 125 gol dari 290 pertandingan itu.